Kamis, 20 November 2014

AUDIENSI DPD LDII KAB.SUBANG DENGAN MUI KAB.SUBANG

Dari Kiri-Kanan : Agus Sutardi, M.Si, Drs. H. Hamdan Lubis, M.Si, KH.Abdu Manaf, S.Ag , Drs. KH. Moh. Djurkoni,H. Kusnanto, MM.Pd, Kendi Saefulloh, Rudi Wahyudin, Budi Nugraha 


Setelah sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) VII LDII Kab.Subang, dalam rangka sosialisasi kepengurusan baru dan program kerja periode 2014-2019 pengurus DPD LDII bersilaturahim kepada berbagai pihak. 
Pada hari Rabu tanggal 19 November 2014 ini DPD LDII beraudiensi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Subang. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua LDII Kab.Subang H.Kusnanto, MM.Pd bersama sekretaris Fauzi Nugraha, A.Md, Bendahara Budi Nugraha, Ust. Rudi Wahyudin, dan Kendi Saefulloh.
Kegiatan Audiensi ini diterima langsung oleh para pimpinan MUI Kab.Subang, antara lain KH. Abdu Manaf, S.Ag , Drs. KH. Moh. Djurkoni, Drs. H. Hamdan Lubis, M.Si, serta Agus Sutardi, M.Si. 
Dalam sambutan penerimaannya pengurus MUI berterima kasih atas kunjungan pengurus LDII Kab.Subang, selain itu MUI mengajak LDII untuk berperan serta aktif dalam membina umat Islam di Kab.Subang. Terlebih saat ini Kab.Subang telah bergeliat menjadi salah satu kota Industri, sehingga tantangan kedepan semakin berat, oleh karena itu MUI mengajak LDII khususnya, serta Ormas-ormas Islam di Kab.Subang untuk mencegah dan menanggulangi efek-efek negatif yang terjadi dari Industrialisasi, seperti Hak Beribadah para buruh, maupun Pergaulan bebas antar buruh.
Sebelum mengakhiri audiensi Ketua DPD LDII Kab.Subang menyatakan kesiapannya dalam berperan serta dalam membantu program-program MUI Kab.Subang. Pada kesempatan ini pengurus DPD LDII Kab.Subang memberikan buku hasil MUSDA VII serta Majalah Nuansa.

Selengkapnya...


Jumat, 27 Juni 2014

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1435 H

DPD LDII Kab.Subang mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa 1435 H


Jadwal Imsakiyah wilayah Kab.Subang bulan Ramadhan 1435 H

Selengkapnya...


Bupati dan Wakil Bupati Kab.Subang membuka MUSDA VII LDII Kab.Subang


Subang. Kamis, 19 Juni 2014. Musyawarah Daerah VII (MUSDA VII) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Subang telah digelar di Gedung Graha Sofia Jl. Otista No. 76 Subang. MUSDA VII LDII Kabupaten Subang kali ini Mengambil tema ”Melalui Musyawarah Daerah DPD LDII Kab.Subang Turut Berperan Serta Mensukseskan Program Gerakan Pembangunan Untuk Rakyat (GAPURA) Dalam Membangun Karakter Masyarakat Subang Yang Profesional Religius”.
Bupati Subang Bpk. H. Ojang Sohandi., S.S.T.P., M.Si memberikan sambutan pada MUSDA VII LDII Kab.Subang
Bupati Subang H. Ojang Sohandi., S.S.T.P., M.Si. yang didampingi Wakil Bupati Hj. Imas Aryumningsih, S.E. membuka acara MUSDA VII LDII Kabupaten Subang yang dilanjutkan pemukulan gong secara bergantian antara Bupati dan wakil Bupati sebagai simbol dibukanya Acara MUSDA VII LDII Kabupaten Subang. Hadir dalam pembukaan Acara MUSDA tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Subang Diding Kurniawan, S.H., MH, Ketua DPRD Kab. Subang Ir Beni Rudiono, Ketua MUI Kab. Subang Drs.KH.Musa Muttaqin M.Si, serta Pejabat jajaran Muspida yang mewakili Polres Subang, Kodim 0605, jajaran Muspika dan dari Ormas Islam, LSM dan tokoh masyarakat lainnya.
Bupati, Wakil, Bupati, Ketua DPRD Kab. Subang berfoto bersama dengan jajaran pengurus DPW Prov.Jabar serta DPD Kab. Subang
Musyawarah Daerah LDII Kabupaten Subang merupakan forum tertinggi dalam proses pengambilan keputusan organisasi pada tatanan kepengurusan tingkat Kabupaten Subang. Adapun tujuan MUSDA VII LDII Kabupaten Subang adalah :
• Menilai Laporan Pertanggungjawaban DPD LDII Kabupaten Subang masa bakti 2008-2014
• Memilih dan menetapkan Ketua DPD LDII Kabupaten Subang masa bakti 2014-2019
• Menyusun Program Kerja DPD LDII Kabupaten Subang masa bakti 2014-2019
• Menyusun Pernyataan dan Rekomendasi MUSDA • Menetapkan Keputusan-Keputusan Lainnya.

Untuk menambah wawasan serta pengetahuan para peserta MUSDA diisi pembekalan materi dari beberapa narasumber diantaranya Ketua MUI Kabupaten Subang Drs. Musa Muttaqin, M.Si memberi pembekalan tentang “Revitalisasi Ukhuwah Islamiyah”, dari KEMENAG Kab. Subang Jejen Mujiburohman, S.Ag menyampaikan judul “Membangun Mindset Dakwah yang Elegan”, serta Kepala KESBANG Kab. Subang Rona Mairansyah, AP., M.Si menyampaikan “Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pendidikan Islam”.
Dua kandidat ketua DPD LDII Kab. Subang Kusnanto, S.Pd.M.M.Pd (kiri) dan Taharso, S.Pdi (kanan)

Dalam MUSDA VII LDII Kab.Subang ini Bapak Kusnanto, S.Pd.M.M.Pd terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Subang periode 2014-2019, Bapak Kusnanto, S.Pd.M.M.Pd terpilih dengan mengantongi suara mayoritas meski ada kandidat lain yaitu Bapak Taharso.S.Pd, salah satu tokoh terkemuka di organisasi LDII kabupaten Subang. Walaupun dalam sidang paripurna dihujani interupsi dan berlangsung alot akhirnya beliau terpilih sebagai Ketua DPD LDII Kab.Subang secara voting. Selengkapnya...


Senin, 24 Juni 2013

Festival Anak Sholih 2013

Subang. Acara Festival Anak Soleh yang telah dilaksanakan oleh DPD LDII Kabupaten Subang pada hari Minggu, 23 Juni 2013 ini merupakan wujud sarana pembinaan dan pengembangan pendidikan sejak dini yang ditujukan untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab, kesetiakawanan sosial, serta kepeloporan dalam membangun masa depan bangsa dan negara. Generasi muda perlu mendapatkan perhatian khusus, karena generasi muda adalah pewaris masa depan yang berperan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Festival Anak Soleh 2013 kali ini mengambil Tema "Meningkatkan Peran LDII dalam membangun Generasi Unggul yang beriman, berakhlak mulia serta mandiri" sementara tujuan daripada dilaksanakannya acara ini adalah: 1. Membentuk insan yang mengutamakan nilai-nilai iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas dan mandiri ( Tri Sukses Generasi Penerus ) 2. Meningkatkan kerjasama dan rasa persaudaraan (tali silaurahim) dikalangan umat Islam. 3. Membentuk Sumber Daya Manusia melalui pengembangan kreatifitas yang dimiliki. 4. Menjadi barometer evaluasi pembinaan generasi muda di akhir Kegiatan Belajar Mengajar. Berikut Dokumentasinya.
Selengkapnya...


Selasa, 28 Mei 2013

Festival Anak Sholeh 2013

Subang. Tahun pelajaran 2012-2013 akan segera berakhir, untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pendidikan agama Islam terhadap generasi muda warga LDII kabupaten Subang, pengurus DPD LDII Kab.Subang akan mengadakan acara tahunan Festival Anak Sholeh yang Insya Allah akan diadakan pada tanggal 23 Juni 2013 di pelataran masjid Baitul Huda Cilameri.

Acara yang direncanakan akan dibuka langsung oleh Bapak Bupati Subang ini dijadwalkan memiliki 13 kategori lomba, antara lain :
  • Lomba Mewarnai tingkat PAUD/TK
  • Lomba Menggambar tingkat SD kelas 1,2,3
  • Lomba Adzan tingkat SD
  • Lomba Adzan tingkat SMP
  • Lomba Silat cilik tingkat SD
  • Lomba Busana Muslim Anak
  • Lomba Pildacil tingkat SD
  • Lomba Pildacil tingkat SMP
  • Quiz Ranking 1 tingkat SD
  • Quiz Ranking 1 tingkat SMP
  • Quiz Rangking 1 tingkat SMA
  • Lomba Kuliner
  • Lomba handicraft

Selain perlombaan-perlombaan akan dimeriahkan juga stand bazaar yang menjual berbagai makanan, maupun produk kota Subang. Dengan adanya acara Festival Anak Sholeh ini diharapkan dapat memacu semangat generasi muda untuk belajar ilmu islam juga dapat menjadi sarana silaturahmi.
Selengkapnya...


Kamis, 17 Januari 2013

Kun Fayakuun


Tiba-tiba saja ayat tentang “Kun Fayakuun” menjadi beken. Pertama, karena buku “Kun Fayakuun”, bahkan “Kun Fayakuun For Kids” segala. Kedua, karena film/VCD “Kun Fayakuun”. Ketiga, karena seminar “Kun Fayakuun For Your Business”.  Entahlah, nanti akan muncul “Kun Fayakuun” versi apa lagi.

Padahal ayat itu bukan ayat sembarang ayat, melainkan ucapan Allah ketika menghendaki sesuatu. Mulai dari penciptaan alam semesta, penciptaan Adam, penciptaan Hawa, penciptaan Isa, dst, dst, yang atas semua yang dikehendaki-Nya Alloh cukup mengatakan “Kun” Jadi! Maka jadi.

Munculnya ayat itu berulang-ulang sebanyak 8 kali di surat:ayat 2:117, 3:47, 3:59, 6:73, 16:40, 19:35, 36:82, 40:68 tentunya untuk semakin menegaskan kepada ummat manusia bahwa Alloh itu adalah Dzat Yang Maha Menguasai atas segala sesuatu. Adapun manusia, boro-boro menguasai makhluk ataupun dzat lain, menguasai diri sendiri saja tidak bisa. Tulisan ini bukan resensi atas berbagai versi tersebut diatas tadi.

Ubun-ubun
Bagaimana manusia bisa menguasai sesuatu jika ayat Al-Quran menyatakan bahwa ”Maa min daabbatin illaa Huwa  aakhidun binnashiyatihaa – tidak ada makhluk yang melata kecuali Alloh memegang ubun-ubunnya”?.
Nah, karena ubun-ubun semua manusia itu ternyata berada di dalam genggaman Alloh, maka apapun yang dikerjakan manusia, semua itu semata-mata adalah karena kehendak-Nya.
Di hadits diriwayatkan Adam nanti akan ramai-ramai dikeroyok disalahkan anak-turunnya mengapa melanggar perintah Alloh memakan buah khuldi sehingga Adam-Hawa diusir dari sorga, beranak-pinak di dunia, bermusuh-musuhan, perang, dan saling mengalirkan darah. Padahal perintah Alloh sederhana sekali: “Walaa taqrobaa haadzihis syajaroh - Jangan dekat-dekat ini pohon”.
Awalnya Adam itu menurut. Tetapi lalu Iblis berbisik bahwa sebenarnya maksud Alloh melarang Adam memakan buah itu supaya Adam tidak jadi makhluk yang kekal, tidak tua, tidak mati. Akhirnya setelah menggoda dengan berbagai cara, termasuk melalui rayuan Hawa, Iblis berhasil.
Bagaimana respons Nabi Adam? Hanya tersenyum. Mau bagaimana lagi kalau Alloh Dzat Yang Maha Memegang Ubun-ubun menghendaki jalan ceritanya demikian? Mau bagaimana lagi kalau Adam awalnya digerakkan untuk taat, tetapi kemudian Adam digerakkan untuk menentang?

So, pergerakan bermilyar-milyar manusia di muka bumi ini, semua adalah atas kehendak Alloh. Tidak terkecuali antum yang saat ini ubun-ubunnya sedang dipegang dan digerakkan oleh Alloh untuk membaca artikel Fa Aina Tadzhabuun.

Wayang
Para leluhur sejak zaman baheula mengibaratkan manusia sebagai wayang. Tentu ada perbedaan diantara keduanya. Namanya saja ibarat.
Perbedaan pertama, wayang dikendalikan dalang bukan dari bagian kepala melainkan dari bagian bokong.
Masih ingat wayang yang di Jabar bernama Dawala atau di Jatim dan Jateng bernama Petruk?.
Karena terserah maunya dalang, kumaha aing, maka Dalang Asep Sunandar Sunarya jadi beken karena membuat lakon aneh, diantaranya berjudul “Dawala Jadi Raja” .
Ingin tahu bagaimana seorang punakawan yang bentuk hidungnya lebih cocok dipakai untuk nakut-nakutin wanita tetapi bisa menjadi seorang raja? Masukkan saja judul lakon itu kedalam search engine-nya www.youtube.com. Saksikan sendiri bagaimana sekali bokong wayang golek dikuasai, tidak ada yang tidak mungkin bagi seorang dalang untuk menjadikan wayang berbuat apa saja. Kumaha dewek.
Perbedaan kedua, wayang golek tidak punya hati, tidak punya mata, tidak punya telinga. Tidak bisa menentang.
Bagaimana dengan manusia?. Ini dia fiman Alloh didalam Al-Quran:
Manusia punya hati, tetapi tidak faham: “Lahum quluubun laa yafqohuuna bihaa.”
Manusia punya mata, tetapi buta: “Walahum a’yunun laa yubshiruuna bihaa.”
Manusia punya telinga, tetapi tuli: ”Walahum aadzaanun laa yasma’uuna bihaa.”
“Ulaa-ika kal an’aaaaaam, bal hum adlol”. Manusia yang demikian itu bagaikan binatang, bahkan lebih sesat, leuwih atah-adol, daripada binatang. Bangkawarah.
Nah, mending mana? Mending jadi manusia, atawa mending jadi Dawala?

Rentang Waktu
Menjadikannya Alloh atas segala sesuatu, mulai dari hitungan sepersekian detik, sampai hari, sampai bulan, sampai tahun. Semua sesuai dengan kehendak-Nya.
Contoh yang menurut kehendak-Nya terjadi di dalam hitungan detik adalah ketika Sulaiman meminta para ilmuwannya untuk memboyong kursi singgasana sejarak ribuan kilometer, dari istana Bilqis ke istana Sulaiman.
Salah satu dari ilmuwan menyanggupi memindahkan singgasana “Anaa aatiika bihi qobla an yartadda ilaika thorfuka – Hamba sanggup mendatangkan singgasana Ratu Bilqis sebelum Paduka Raja Sulaiman membuka pejaman mata”.
”Yaa Allah Yaa Dzal Jalaali wal Ikroom Innaka ‘alaa kulli syaii-in qodiir - Ya Alloh Dzat Yang Memiliki Keagungan Dan Kemuliaan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” seru ‘Ashof sang ilmuwan. Dan, JLEG! Seketika Sulaiman membuka mata, seketika itu juga singgasana Bilqis sudah didepan matanya. Ya iya lah, Bilqis cantik-jelita yang menempuh perjalanan sekian lama tentu saja terbengong-bengong ketika melihat singgasananya sudah ada di istana Raja Sulaiman.
Contoh yang menurut kehendak-Nya terjadi dalam hitungan puluhan tahun adalah perjalanan Musa bersama kaumnya yang mencari pintu gerbang Baitul Maqdis. Kurang hebring bagaimana Musa yang tongkatnya bisa menjadi ular. Kurang hebroy bagaimana Musa yang sekali pukulan tongkatnya bisa membelah lautan. Sebuah peristiwa akbar yang tidak pernah terulang dalam sejarah kehidupan manusia, dan tercatat di semua kitab agama samawi. Tetapi untuk menemukan gerbang Baitul Maqdis? Masya Allah, diperlukan waktu 40 tahun!.
Kedua contoh rentang sangat ekstrim tadi – hitungan detik dan puluhan tahun – adalah sama-sama kehendak Alloh: “Kun Fayakun”.
Komparasi ‘aple-to-aple’ yang lebih sebanding adalah kejadian Adam dan Isa. Adam dijadikan JLEG! Langsung dewasa, sedangkan Isa terlahir seperti manusia biasa: dikandung, dilahirkan, dibesarkan, dan dewasa. Kedua kejadian itu ada di beberapa dari 8 ayat tentang “Kun Fayakuun”.

Jebakan Proses
Manusia banyak yang lupa bahwa segala sesuatu adalah kehendak Alloh. Qodar Alloh.
Ketika sebuah pencapaian atau prestasi diperoleh melalui suatu proses yang rumit dan lama, ketika berhasil, seakan-akan keberhasilan itu adalah karena prestasinya, bukan karena kehendak-Nya.
Ingat tulisan tentang KURMAN – mensyukuri manusia di artikel ‘Syukur’ yang lalu?
Alloh memberikan segala sesuatu, rizqi, termasuk pertolongan untuk suatu keberhasilan, adalah melalui perantaraan manusia, tidak ujug-ujug JLEG! jatuh dari langit.
•    Pernah lihat ada orang yang dikenalkan kepada orang lain, lalu setelah mereka dekat, orang yang pertama kali mengenalkan lalu ditinggalkan?
•    Pernah lihat ada orang yang setelah menjadi pejabat, kemudian melupakan orang-orang yang membantu melapangkan jalannya?
•    Pernah lihat yang “menjadi orang” kemudian lupa kepada yang membesarkannya? Menyekolahkannya? Dan menganggap semua itu adalah prestasinya?
Itulah yang dinamakan jebakan proses. Karena prosesnya panjang dan berliku, lalu lupa kepada berbagai pihak yang sebenarnya digerakkan oleh Alloh untuk membantunya.
Bagaimana menghadapi orang yang tidak KURMAN? Jika diingatkan seakan-akan mengundat-undat kebaikan, jika dibiarkan jelas perbuatannya tidak KURMAN. Serba salah, bukan?

Asmarandana
Jika semua perbuatan, termasuk perbuatan dosa-pun, sebagaimana dilakukan Abah Adam, ternyata semua digerakkan oleh Alloh, lalu “fa fiima na’mal? – untuk apa lagi kami beramal?” tanya sohabat kepada Nabi.
Ini dia jawab Nabi: ahli sorga sepanjang hidupnya akan mengamalkan amalan ahli sorga sampai mati saat mengamalkan amalan ahli sorga. Sedangkan ahli neraka sepanjang hidupnya akan mengamalkan amalan ahli neraka sampai mati saat mengamalkan amalan ahli neraka. Dalam artikel terdahulu, yang pertama disebut husnul khotimah dan yang kedua disebut suu-ul khotimah.
Lalu bagaimana “menyiasati” supaya ubun-ubun tidak digerakkan untuk mengamalkan amalan ahli neraka?
Ah, kan Rosulullah sudah mengajarkan seabrek-abrek do’a untuk sukses masuk sorga selamat dari neraka. Do’a-do’a itu saja terus menerus dipanjatkan.
Dalam pupuh Asmarandana, berikut pitutur karuhun:
“Eling-eling mangka eling. Rumingkang di bumi alam. Darma wawayangan bae. Raga taya pangawasa. Lamun kasasar lampah. Nafsu nu matak kaduhung. Badan anu katempuhan”
Ingatlah, maka ingatlah. Hidup di alam dunia. Hanya sekedar sebagai wayang. Raga tidak berdaya. Kalau langkah tersesat. Nafsu yang membawa menyesal. Badan yang akan menerima akibatnya (di neraka).
Pilihannya hanya dua: (1) Berdo’a - beribadah - beramal solih pol-polan mengharapkan Alloh mengatakan ”Kun” masuk ke dalam sorga? Atau, (2) Cuek-bebek ibadah malas aras-arasan sampai Alloh mengatakan “Kun” masuk neraka? Na’uudzu billaahi min dzaalika! Fa aina tadzhabuun?

Selengkapnya...


Sabtu, 12 Januari 2013

Pengajian Malam Tahun Baru 2013

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Subang, menggelar kegiatan Pengajian Semalam Suntuk untuk Remaja, yang dilaksanakan pada tanggal 31 Desember 2012, Pembinaan yang mengarah kepada Generasi Muda untuk mengantisifasi Pengaruh Negatif perayaan Malam Tahun Baru. Merupakan agenda rutin kegiatan DPD LDII Kabupaten Subang, malam tahun baru 2013 yang pada umumnya remaja seusianya dirayakan dengan pesta-pesta hiburan maupun sejenisnya, akan tetapi remaja LDII Kab. Subang merayakannya dengan melakukan Pengajian Remaja Semalam Suntuk. Kegiatan yang bertempat di Masjid Baitul Huda Komplek LDII Cilameri Cibogo Subang ini dihadiri oleh undangan yang mewakili dari kantor Kementrian Agama dan Polres Subang serta dihadiri sekitar 400 remaja LDII yang mewakili PC dan PAC se-kabupaten Subang. Dalam acara tersebut selain mengikuti acara pengajian Al-qur’an dan Al-Hadits serta Nasihat agama, peserta juga diberi pembekalan-pembekalan materi yang diantaranya diisi oleh Jajaran Polres Subang dan dari Kementerian Agama. Acara tersebut salahsatunya bertujuan untuk menangkal agar para remaja tidak terpengaruh dengan kegiatan hura-hura yang kurang bermanfaat dan terkesan menghambur-hamburkan uang. (hdy)***
Selengkapnya...


Ber-photo bersama...

Ber-photo bersama...
Beberapa peserta Workshop GIS yang diantaranya delegasi dari DPD LDII Kab. Subang meyempatkan photo bersama seusai acara penutupan.